Wakil Bupati Cianjur Ramzi Gheys Thebe, dan Prof. Dr. Keni Kaniawati, S.E., M.Si., melakukan MoU dalam kegiatan Expo INKOPA 2

majalahsora.com, Kota Bandung – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, transformasi digital, perubahan iklim, hingga dinamika ekonomi global, inovasi dinilai bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Widyatama (UTama) kembali menghadirkan Expo INKOPA 2 di Gedung Serba Guna Universitas Widyatama, Jalan Cikutra No. 204 A, Kota Bandung, Senin (29/6/2026), sebagai ruang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat dalam memperkuat hilirisasi riset menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Mengusung tema “Innovation for Sustainable”, penyelenggaraan tahun kedua Expo INKOPA tidak hanya menjadi ajang memamerkan hasil inovasi, tetapi juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan nota kesepakatan (MoA) antara Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Universitas Widyatama. Kerja sama tersebut mencakup implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian kepada masyarakat, penelitian, hilirisasi hasil riset, pengembangan sumber daya manusia (SDM), inovasi, pemasaran, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Gheys Thebe, mengatakan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan melalui pendekatan riset dan inovasi.

Ramzi hadir mewakili Bupati Cianjur yang berhalangan menghadiri kegiatan karena harus mengikuti rapat paripurna DPRD Kabupaten Cianjur. Meski demikian, hubungan komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Cianjur dengan Universitas Widyatama selama ini telah terjalin dengan baik sehingga momentum Expo INKOPA 2 dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi yang lebih konkret.

“Kalau Pak Bupati (Dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG) sama Bu Keni ini sering komunikasi. Hari ini ada acara, seharusnya Pak Bupati yang hadir tapi karena memang hari ini hari Senin ada rapat paripurna makanya akhirnya saya diminta Pak Bupati untuk mewakili beliau,” kata Ramzi, di lokasi kegiatan.

Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Gheys Thebe saat memberikan sambutan dalam kegiatan Expo INKOPA 2 Universitas Widyatama Bandung

“Saya hadir pertama kali di kampus yang baik ini, bertemu dengan orang-orang hebat. Dari obrolan tadilah akhirnya kita sepakat, ayo coba nanti kita diskusi, kita ngobrol di Cianjur apa yang bisa kita lakukan,” imbuhnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Cianjur sangat terbuka terhadap siapa pun yang ingin berkontribusi bagi kemajuan daerah. Semangat kolaborasi dan sinergi menjadi landasan agar seluruh potensi yang dimiliki pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, maupun masyarakat dapat diwujudkan menjadi program nyata yang memberi manfaat langsung.

“Semangat kita kan kolaborasi, sinergi. Silakan, siapapun kalau mau memberikan hal-hal kebaikan untuk Kabupaten Cianjur. Nanti kita duduk bareng. Saya yakin pasti ada kebaikan yang bisa kita lakukan.”

Kabupaten Cianjur, lanjut Ramzi, merupakan kabupaten/kota kedua terluas di Jawa Barat, dengan 32 kecamatan dan 354 desa. Luasnya wilayah tersebut menyimpan beragam potensi yang membutuhkan dukungan inovasi, penelitian, teknologi, dan penguatan sumber daya manusia agar mampu berkembang secara optimal.

Potensi tersebut tersebar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan UMKM. Salah satu komoditas unggulan Kabupaten Cianjur adalah beras Pandan Wangi yang berdasarkan hasil penelitian hanya dapat dibudidayakan di empat hingga lima kecamatan tertentu karena karakteristik tanahnya yang khas.

Wakil Bupati Cianjur saat menandatangani MoU bersama INKOPA Univeritas Widyatama di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Keni Kaniawati, S.E., M.Si., Guru Besar perempuan pertama di kampus UTama

Di samping itu, Cianjur juga dikenal sebagai salah satu pemasok utama berbagai komoditas sayuran bagi DKI Jakarta serta memiliki potensi wisata alam yang terus berkembang.

Menurut Ramzi, seluruh potensi tersebut akan memiliki nilai tambah apabila didukung hasil riset perguruan tinggi yang mampu dihilirisasikan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menilai masih banyak hasil penelitian perguruan tinggi yang berhenti pada tahap inovasi tanpa mampu memasuki tahap implementasi secara luas. Karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk memperkuat kepercayaan, kemitraan, dan hilirisasi hasil penelitian sehingga mampu meningkatkan daya saing daerah maupun produk nasional.

Pemerintah Kabupaten Cianjur pun membuka peluang kerja sama dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian, pengembangan teknologi, hilirisasi hasil riset, transformasi digital pelayanan publik, peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan UMKM, hingga penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Ramzi meyakini pembangunan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama. Inovasi yang dihasilkan harus mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas masyarakat, mendukung ketahanan pangan, sekaligus memperkuat ekonomi hijau dan ekonomi digital.

Wakil Pemmipin PT Pegadaian Wilayah Bandung IV Leonard Simanjutak (kiri) usai penandatangan MoU dengan Warek III Dr. Didit Damur Rochman, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., didampingi Warek II Dr. R. Wedi Rusmawan Kusumah, S.E., M.Si., Ak., C.A., (kanan)

Selain inovasi teknologi, ia juga mengingatkan pentingnya pembangunan karakter generasi muda. Menurutnya, kemajuan teknologi informasi memang mempermudah akses terhadap ilmu pengetahuan hanya dalam hitungan detik. Namun, teknologi tidak akan mampu menggantikan pembentukan karakter, budaya, dan nilai-nilai kehidupan yang diperoleh melalui guru maupun dosen.

Ia pun mengajak seluruh perguruan tinggi, khususnya Universitas Widyatama, untuk terus memperkuat budaya riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di lapangan.

Sinergi lintas sektor diyakini menjadi kunci meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pemberdayaan masyarakat, mengembangkan UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Semangat kolaborasi tersebut selaras dengan tujuan penyelenggaraan Expo INKOPA yang sejak awal dirancang sebagai wadah mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat hilirisasi riset dan inovasi.

INKOPA UTama

Melanjutkan semangat kolaborasi tersebut, Kepala Biro Inovasi Korporasi Akademik (INKOPA) Universitas Widyatama, Prof. Dr. Keni Kaniawati, S.E., M.Si., menjelaskan Expo INKOPA merupakan wujud komitmen Inovasi Korporasi Akademik Widyatama  dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan melalui sinergi antara dunia akademik, pemerintah, industri, media, dan masyarakat.

Foto bersama usai penandatanganan MoU antara Pemkab Cianjur, PT. Pegadaian dan Universitas Widyatama Bandung

Menurut Prof. Keni, INKOPA menaungi berbagai unit strategis yang terdidi dari yang meliputi : Widyatama Business Inkubator (WIBI), Galeri Investasi, Quantum, Lembaga Bahasa, ERP, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Pusat Studi yang secara konsisten mendorong lahirnya inovasi di lingkungan Universitas Widyatama.

Tahun ini, Expo INKOPA 2 diikuti sekitar 20 tenant yang berasal dari berbagai unit di bawah naungan INKOPA maupun mitra. Beragam karya yang ditampilkan tidak hanya berasal dari hasil penelitian dosen, tetapi juga produk-produk binaan yang telah melalui proses inkubasi sehingga siap dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

“Expo INKOPA ini bukan hanya sebagai pameran hasil karya inovasi semata, tetapi memberikan ruang bagi ide, riset, hilirisasi, dan kolaborasi yang nantinya bisa berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan masyarakat,” ujar Prof. Keni.

Berdasarkan informasi yang tersedia, berikut adalah penjelasan mengenai kegiatan Expo INKOPA 2 yang dikaitkan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan misi kampus berdampak menurut Prof. Dr. Keni Kaniawati, S.E., M.Si.:

Menurut Prof. Keni, Expo INKOPA merupakan wujud komitmen unit Inovasi Korporasi Akademik (INKOPA) Universitas Widyatama dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan melalui sinergi pentahelix. Kegiatan ini berperan sebagai media strategis yang tidak hanya sekadar memamerkan hasil inovasi, tetapi juga memberikan ruang bagi ide, riset, hilirisasi, dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata. Menurut beliau, peran perguruan tinggi dengan kegiatan ini memiliki hubungan erat dengan aspek-aspek berikut:

  • Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi: Expo INKOPA 2 menjadi wadah konkret untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan nota kesepakatan (MoA) dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur yang mencakup berbagai bidang, mulai dari penelitian, pengembangan SDM, hingga pemberdayaan UMKM.
  • Misi Kampus Berdampak: Prof. Keni menegaskan bahwa melalui kolaborasi yang tertuang dalam nota kesepahaman tersebut, INKOPA Universitas Widyatama berkomitmen untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat luas sebagai wujud nyata dari misi “kampus berdampak”.
  • Hilirisasi Riset: Sejalan dengan tema “Innovation for Sustainable”, kegiatan ini mendorong agar hasil penelitian dosen dan mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai karya ilmiah atau publikasi, tetapi mampu dihilirisasikan menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan kemanfaatan langsung bagi masyarakat, dunia usaha, serta pembangunan daerah.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Universitas Widyatama, yayasan, civitas academica, serta seluruh mitra industry  yang telah mendukung terselenggaranya Expo INKOPA 2.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi media strategis dalam memperkuat sinergi pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, hasil penelitian dosen, mahasiswa, maupun masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi mampu dihilirisasikan menjadi produk inovatif yang memberikan manfaat nyata.

Sekretaris Yayasan Widyatama, Rahmat Taufik, S.E., M.Ak., Ak., CA., (kanan) menghadiri Expo INKOPA 2

Prof. Keni juga berharap Expo INKOPA terus berkembang sebagai ajang diseminasi berbagai capaian inovasi Universitas Widyatama sepanjang Tahun Akademik 2025–2026 sekaligus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pihak.

Di samping itu pihaknya akan melakukan tindak lanjut dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur, yang telah disepakati dalam penandatangan MoU.

“Alhamdulillah di sela-sela kesibukan Pak Ramzi  Wakil Bupati Cianjur, beliau bisa hadir di kegiatan ini. Mudah-mudahan apa yang telah didiskusikan dan tertuang dalam Mou, kami dari INKOPA Universitas Widyatama, bisa memberikan dampak positif sebagai wujud kampus berdampak,” pungkasnya.

Sementara itu, mewakili Rektor III Universitas Widyatama, Dr. Didit Damur Rochman, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan mampu diimplementasikan melalui proses hilirisasi.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar penelitian di Universitas Widyatama saat ini masih berada pada kategori penelitian dasar dan penelitian terapan. Namun sejumlah penelitian mulai diarahkan menuju tahap hilirisasi, salah satunya riset dosen Teknik Mesin yang bekerja sama dengan BRIN dalam pengembangan teknologi cold storage sekaligus pengering ikan.

Universitas Widyatama siap lahirkan berbagai inovasi merujuk pada hasil penelitian para dosen dan mahasiswa sebagai kampus berdampak, salah satu tugas utama INKOPA adalah melakukan komersialisasi hasil penelitian. Ke depan, peran tersebut akan diperkuat melalui kolaborasi dengan bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengelolaan kekayaan intelektual sehingga inovasi yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan mampu mendukung keberlanjutan institusi.

Universitas Widyatama juga memanfaatkan potensi 22 program studi yang dimiliki, mulai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, hingga Fakultas Desain, untuk bersama-sama berkontribusi meningkatkan kualitas UMKM sekaligus menghasilkan penelitian yang siap memasuki tahap hilirisasi.

Didit mengatakan pihak universitas menargetkan agar INKOPA mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan institusi. Selama ini sumber utama pendapatan universitas masih berasal dari uang kuliah mahasiswa. Melalui inovasi dan hilirisasi hasil penelitian, diharapkan tercipta sumber pendapatan baru yang dapat menopang keberlanjutan universitas.

“Inovasi adalah jalan menuju sustainability. Universitas Widyatama akan terus ada karena mampu berinovasi. Kemampuan bertahan melalui inovasi itulah yang akan membuat institusi menjadi berkelanjutan,” katanya.

Dukungan PT Pegadaian

Komitmen membangun ekosistem inovasi juga mendapat dukungan dari sektor BUMN. Wakil Pemimpin PT Pegadaian Wilayah Bandung IV, Leonard Simajuntak menjelaskan pihaknya terus mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai program pembiayaan dan pendampingan usaha.

Wakil Bupati Cianjur Ramzi didampingi Prof. Dr. Keni Kaniawati, S.E., M.Si., melihat produk UMKM yang dipamerkan

Menurut Leonard, Pegadaian memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah yang diperuntukkan bagi pelaku usaha yang belum memperoleh akses pembiayaan dari perbankan. Pinjaman diberikan mulai Rp1 juta hingga Rp10 juta untuk pinjaman awal dengan bunga tiga persen per tahun. Apabila pembayaran berjalan lancar hingga pertengahan masa tenor, plafon pembiayaan dapat ditingkatkan hingga Rp 50 juta.

Ia menjelaskan pembiayaan tersebut tidak memerlukan agunan tambahan karena usaha yang telah berjalan minimal satu tahun menjadi dasar penilaian kelayakan kredit.

Selain pembiayaan, Pegadaian juga mengembangkan inkubator bisnis The Gade Preneur yang memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM mulai dari penyusunan kemasan produk, strategi pemasaran digital melalui platform Tokopedia, Shopee, dan TikTok, hingga memfasilitasi keikutsertaan pelaku usaha dalam berbagai pameran di dalam maupun luar negeri.

Salah satu UMKM binaan Pegadaian dari Bandung bahkan telah difasilitasi mengikuti pameran hijab modifikasi di Paris sebagai bagian dari upaya memperluas pasar produk lokal ke tingkat internasional. Seluruh layanan tersebut juga menjangkau berbagai wilayah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Cianjur, melalui jaringan Kantor Wilayah Bandung dan Area Cirebon.

Melalui penyelenggaraan Expo INKOPA 2, Universitas Widyatama berharap semakin banyak hasil penelitian yang mampu dihilirisasikan menjadi produk inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan daerah.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Cianjur, Universitas Widyatama, PT Pegadaian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi diwujudkan dalam berbagai program konkret yang memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, meningkatkan daya saing UMKM, mempercepat hilirisasi hasil riset, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.