
Bandung, 16 Juni 2025 – INKOPA Universitas Widyatama Widyatama menggelar acara “EXPO INKOPA” sebagai ajang strategis untuk memamerkan berbagai hasil riset dan inovasi dari civitas akademika, pelaku usaha, serta komunitas kreatif. Tahun ini, EXPO INKOPA UTAMA hadir dengan semangat kolaborasi yang lebih kuat melalui kerja sama dengan Rumah BUMN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bandung. Dengan tema “memajukan kolaborasi, inovasi dan globalisasi”, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan produk dan layanan inovatif, tetapi juga menjadi ruang bertemunya pelaku industri, akademisi, peneliti, dan pemerintah dalam menciptakan solusi inovatif bagi tantangan masa kini dan mendatang.
Pada era dinamika global saat ini, transformasi ekonomi menuju keberlanjutan telah menjadi imperatif mendesak bagi banyak negara dan komunitas. Tantangan lingkungan seperti perubahan iklim, sumber daya alam yang terbatas, dan polusi semakin menguatkan perlunya mengubah paradigma ekonomi yang dominan sebelumnya. Transformasi ini tidak hanya mencakup peralihan dari sumber daya alam ke ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai bersifat inklusif dan berkelanjutan bagi semua anggota masyarakat. Pada era globalisasi dan perubahan iklim yang cepat, negara- negara di seluruh dunia dihadapkan pada tekanan untuk memperbarui model ekonomi mereka dari yang sebelumnya tergantung pada sumber daya alam dan industri berat menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan, inovatif, dan berbasis pengetahuan. Transformasi ini tidak hanya tentang pertumbuhan ekonomi yang kuat, tetapi juga tentang membangun fondasi yang mampu bertahan dalam jangka panjang dan melindungi sumber daya alam yang terbatas.
Inovasi & Korporasi Akademik Widyatama atau di singkat INKOPA adalah sebuah wadah bagi Civitas Akademika Universitas Widyatama dalam mengembangkan Inovasi di berbagai bidang. Di tengah perubahan pasar yang dinamis dan kompetisi global yang semakin ketat, inovasi menjadi faktor kunci dalam mempertahankan keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis. Inovasi tidak hanya terkait dengan teknologi, namun juga strategi, model bisnis, layanan pelanggan, hingga transformasi budaya organisasi. Untuk memperkaya pemahaman para pelaku bisnis, profesional, dan mahasiswa mengenai pentingnya inovasi, diselenggarakanlah kegiatan ini.
Menurut Keni Kaniawati selaku Kepala Biro Inkopa tujuan diadakannya EXPO INKOPA adalah untuk memamerkan hasil inovasi, baik itu produk, layanan, atau ide-ide baru yang inovatif. Expo Inkopa juga berfungsi sebagai ajang diskusi, pertukaran informasi, dan pengembangan ekosistem inovasi. Secara detail dari rangkaian Expo INKOPA yaitu:
– Memamerkan hasil inovasi: memberikan platform bagi individu, perusahaan, atau organisasi untuk memamerkan karya inovatif mereka, baik itu produk, layanan, atau ide-ide baru.
– Mendorong kolaborasi dan sinergi: memfasilitasi pertemuan dan interaksi antara berbagai pihak, seperti pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media, untuk saling berbagi informasi dan ide, sehingga dapat memicu kolaborasi dan sinergi dalam menciptakan inovasi baru.
- Menumbuhkan ekosistem inovasi: Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi, baik melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan keterampilan, atau dukungan finansial.
- Meningkatkan kualitas produk dan layanan: Inovasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam.
- Menumbuhkan kreativitas dan keterampilan: Expo inovasi dapat menjadi ajang untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan individu, serta mendorong mereka untuk terus mencari solusi inovatif.
- Meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap inovasi: Expo inovasi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi dalam berbagai bidang, serta mendorong apresiasi terhadap karya-karya inovatif.
Radinal, CEO Rumah BUMN Jawa Barat menyatakan kami percaya, membangun kemandirian ekonomi harus dimulai dari pemberdayaan komunitas dan penciptaan ruang tumbuh bagi inovator muda. Dalam konteks itulah, kehadiran acara ini sangat relevan untuk memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi bangsa yang adaptif, kreatif, dan tahan banting.
Selanjutnya Radinal juga menambahkan bahwa acara ini menjadi bukti nyata bagaimana kampus dapat menjadi motor penggerak kolaborasi antara dunia akademik, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat, Rumah BUMN Bandung merasa bangga dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Saat kita berbicara globalisasi, kita tidak sedang bicara dominasi. Kita sedang bicara kesiapan untuk bersaing dan bekerja sama dalam ruang global. Dan itu tidak mungkin tanpa kolaborasi yang kuat di dalam negeri. Kolaborasi itu harus melibatkan: • Kampus dan dunia usaha – membangun riset dan solusi bersama. • Pemerintah daerah dan pusat – menciptakan regulasi yang pro-inovasi. • Masyarakat dan komunitas – agar inovasi tidak elitis, tapi kontekstual. KADIN Kota Bandung siap menjadi penghubung antar unsur tersebut. Kami percaya, melalui kerja sama yang berkesinambungan, kita bisa mencetak lebih banyak produk inovatif, model bisnis baru, wirausahawan digital, dan talenta global berkarakter local, ujar H.M.Shobirin F Hamid, Wakil Ketua Kadin Kota Bandung.

Sebagai penutup Keni Kaniawati mengatakan, Inovasi di kampus yang berdampak mengacu pada upaya perguruan tinggi untuk menciptakan solusi nyata dan bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi. Ini melibatkan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengatasi masalah-masalah konkret serta mendorong pembangunan berkelanjutan. Konsep “Kampus Berdampak” ini merupakan perwujudan dari Tridharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada hasil nyata, bukan hanya teori, konsep kampus berdampak bukan sekadar jargon. Tapi merupakan pengejawantahan dari Tridharma Perguruan Tinggi secara holistis dan kontekstual, pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang membumi dan memberdayakan. Disamping itu perguruan tinggi tidak hanya mengedepankan keunggulan akademik, tetapi juga kebaruan sosial yang aplikatif dan inklusif. (Keni Kaniawati, Juni 2025)
Recent Comments