Pada hari Sabtu, 02 Maret 2024, Inovasi & Korporasi Akademik Widyatama yang berkolaborasi dengan Markplus dan PT Erlangga menyelenggarakan seminar marketing dengan tema “  Menuju SDGs, Gen-Z, dan Metaverse” dimana ingin mengajak seluruh insan pendidikan dan professional Indonesia untuk lebih mengembangkan kreativitas, inovasi, kewirausahaan, marketing dan kepemimpinan (dikenal dengan CI-EL) dan menggantikan cara-cara lama yang lebih mengedepankan produktivitas, perbaikan, profesionalisme, dan manajemen (PI-PM) agar kita bisa memiliki keunggulan bersaing dalam menghadapi era pemasaran baru di tahun 2030.

Seminar Marketing ini dihadiri hampir 800 peserta terdiri dari mahasiswa Widyatama baik S3.S2 maupun S1 serta peserta eksternal(ASN) ,Perusahaan industry , Perbankan serta SMA/SMK). Narasumber pada seminar ini Bapak Hermawan Kartajaya selaku founder dan chairman dari M Corp dengan moderator Prof. Zulganef (Guru Beasar Univesrsitas Widyatama). Hermawan Kartajaya menyampaikan tahun 2024 kita harus menjadi penggerak ekonomi termasuk Widyatama, yaitu marketing sesungguhnya dengan mengimp lementasikan strategi, taktik dan value . Masa depan tidak bisa distop alias unstoppable dan tidak ada siapa pun yang mampu menghentikannya. Oleh karena itu, pemasar harus menyiapkan strategi adaptif untuk menghadapinya, khususnya untuk masa paling dekat, yakni tahun 2030.  Menurut Hermawan, pada tahun 2024, pemasar tidak boleh terjebak hanya mikirin politik – mengingat politik sebagai pilihan masing-masing – tetapi harus memikirkan juga strategi keberlanjutan dan imersif. Keberlanjutan ini mengacu pada SDGs yang terdiri dari lima pilar, yakni People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership.

 

 

Sekarang ini, banyak merek besar sudah mengarah pada prinsip-prinsip SDGs. Oleh karena itu, merek-merek kecil termasuk UKM sebaiknya juga mulai mengarahkan diri ke sana. Hermawan berpesan, jangan menunggu menjadi besar dulu dan baru ikut SDGs karena ini merupakan syarat keberlangsungan usaha di masa mendatang. Kesadaran ini pun sudah mulai terjadi di kalangan masyarakat konsumen, terutama generasi Z yang peduli pada keberlanjutan tersebut.  Bila kita tidak peduli pada green dan impact, tidak seorang pun akan peduli pada bisnis dan produk Anda. Tidak seorang pun akan melakukan investasi pada bisnis Anda, dan bahkan konsumen juga tak akan membeli produk bila perusahaan tidak peduli pada green dan impact. Artinya, kalau kita tidak SDGs, kita akan ditinggalkan oleh para stakeholder utama. Hermawan menegaskan bahwa manusia harus bisa mengontrol teknologi. Bila tidak dikontrol, teknologi akan berpotensi menimbulkan kerusakan. “Jangan menolak teknologi. Namun, teknologi harus dikontrol untuk kebaikan.

Hermawan Kartajaya,  memprediksi ada 3 tren utama yang akan memainkan peran penting dipanggung pemasaran Indonesia : Sustainable Development Goals(SDGs), Generasi Z, dan Teknologi Metaverse. Interaksi ketiga isu inilah yang akan menjadi pendorong era baru pemasaran ditahun 2030. Didalam paparannya, ada konsep 12C sebagai transformasi  dan 9 elemen pemasaran yang telah digunakan

Roeahartono Roespinoedji selaku Ketua Yayasan Widyatama menyatakan  seminar ini merupakan kesempatan yang bagus buat mahasiswa dapat belajar diluar kelas sesuai dengan spirit merdeka belajar, mengupgrade diri menambah pengeahuan dan memperkuat kridensial mereka  dan tema seminar ini juga sangat relevan dengan dunia pendidikan tinggi dimana PT dituntut untuk berinovasi menciptakan metode-metode marketing untuk memaksimalkan penerimaan mahasiswa baru , kedepan nya beliau berharap kerjasama INKOPA dengan PT Erlangga , MCrop dapat lebih erat dan besar lagi dan dapat menghadirkan tema-tema dengan kekinian yang relevan.

Dadang Suganda selaku Rektor Universitas  Widyatama menyampaikan, dunia bisnis berubah dengan dratis karena perkembangan ilmu dan teknologi sangat pesat ,kondisi real dimasyarakat dan di dunia   adanya perubahan–perubahan yang sangat significant. Besar harapan dengan seminar ini bisa mengidentifikasi fenomena pemasaran yang akan terjadi di tahun 2030 serta mengenal strategi taktik dan nilai pemasaran baru.

Keni Kaniawati selaku Kepala Inovasi dan Korporasi Akademik, dengan seminar marketing ini, menawarkan pengenalan dunia marketing untuk peserta, agar peserta bisa lebih bisa mengembangkan dan mengembangkan potensinya serta siap menjadi Generasi Z yang andal di tahun 2030 kelak. Tidak ada lagi gegar budaya atau gagap teknologi karena semua konsep pemasaran di masa yang akan datang akan dikupas sepenuhnya dalam seminar ini.  Selain itu seminar-ini dapat terus memotivasi para UMKM/start up/Entrepreneur untuk berkembang lebih jauh dan berlomba di pasar nasional dan internasional. Terutama, mereka berambisi untuk membawa nama baik produk-produk lokal ke tingkat global. (Inkopa-Keni kaniawati, Maret 2024).