Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama dengan Inovasi dan Korporasi Akademik Universitas Widyatama (INKOPA UTAMA) menandatangani naskah perjanjian kerja sama terkait pemanfaatan hasil riset dan inovasi untuk pengembangan UMKM.

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan UMKM – BRIN, Driszal Fryantoni mengatakan peran dari hasil riset dan inovasi dalam melakukan suatu kegiatan tidak terlepas dari teknologi. Ia menyatakan bahwa sentuhan teknologi hasil riset yang dibutuhkan dan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM akan memberikan peningkatan atau optimalisasi untuk mendapatkan profit ataupun keuntungan secara maksimal.

“Hasil riset dan inovasi BRIN bisa tersampaikan kepada pelaku dan penggiat ekonomi agar dapat meningkatkan kualitas. Dengan demikian, UMKM dan usahanya dapat ‘naik kelas’, dalam artian berkualitas produknya dan menjadi komoditi,” tutur Driszal saat memberikan sambutan pada acara pengesahan kesepakatan kerja sama di Kampus Universitas Widyatama, Kamis (20/3).

Lebih lanjut ia mengatakan, selain program peningkatan kapasitas penggunaan hasil riset dan inovasi seperti yang sedang dilakukan saat ini, BRIN juga menjaring talenta-talenta muda yang memiliki jiwa kewirausahaan.

“Dengan adanya program peningkatan kapasitas penggunaan hasil riset dan inovasi kami berharap masyarakat dapat literasi terhadap teknologi sehingga UMKM dapat naik kelas,” imbuh Driszal.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, dan Kerja Sama Universitas Widyatama, Didit Damur Rochman mengatakan bahwa optimalisasi bisnis UMKM berarti maksimum profit dari UMKM. Mulai dari proses yang lebih baik untuk tata kelolanya, pendukungnya, prosesnya, sampai produksi dan penjualan.

“Kerja sama ini adalah hal yang baik, di mana ini akan menyebarkan hasil-hasil penelitian dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Didit.

Didit menegaskan, INKOPA UTAMA salah satunya mempunyai tugas untuk meningkatkan peran dari Universitas Widyatama dalam peningkatan kapabilitas dan kapasitas dari UMKM di Bandung atau yang dikelola oleh UTAMA. Dirinya berharap kerja sama yang dilakukan berdampak kepada UMKM untuk bisa meningkatkan kelasnya baik dari sisi profitnya, pendapatannya, maupun pengoperasiannya yang lebih efisien.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini, UMKM bisa bergerak lebih efisien lagi dengan memanfaatkan hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh BRIN. Ke depan, lebih memberikan nilai yang lebih tinggi dan lebih baik lagi. Peran dari kerja sama ini bisa memberikan hal yang positif bagi UMKM di Indonesia khususnya di Bandung,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Biro INKOPA UTAMA, Keni Kaniawati memberikan tanggapan bahwa program-program dari BRIN selaras dengan INKOPA UTAMA di mana tujuannya memang tidak hanya menciptakan wirausaha tetapi bisa meningkatkan kualitas hidup, memiliki jiwa yang kreatif dan inovatif sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Inovasi memiliki peran krusial dalam pengembangan model bisnis UMKM di era digital. Dengan berinovasi, UMKM dapat meningkatkan daya saing, efisiensi operasional, dan penetrasi pasar. Namun, untuk mencapai inovasi yang efektif, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan

“Besar harapan kami kerja sama dengan BRIN tujuan utamanya  dalam konteks wirausaha atau UMKM adalah untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kualitas, dan daya saing produk serta bisnis UMKM dengan memanfaatkan hasil riset dan inovasi BRIN. Selain itu, kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan wirausaha yang berjiwa teknologi dan mengimplementasikan teknologi dalam pengelolaan bisnis UMKM, jelas Keni Kaniawati.

Menurut Keni pula, melalui sinergi antara BRIN dan INKOPA UTama, diharapkan dapat saling memperkuat ekosistem pembinaan UMKM yang ada di kedua lembaga. Inotek sendiri telah menjangkau ratusan wirausaha berbasis teknologi tepat guna di Indonesia pengembangan UMKM berbasis hasil riset dan inovasi merupakan upaya penting untuk meningkatkan daya saing UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, UMKM Indonesia dapat menjadi lebih kompetitif di pasar global dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

{Keni Kaniawati}