Desa Cikurubuk merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Buahdua. Lokasinya berada di bagian selatan wilayah kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Cimalaka dan Tanjungkerta. Tepatnya di sebelah barat laut kaki Gunung Tampomas. Posisinya dari pusat Kecamatan Buahdua berada di sebelah barat daya dengan jarak sekitar 6 kilometer. Karena lokasinya berada di kaki Gunung Tampomas, tidak mengherankan jika di wilayah Desa Cikurubuk banyak ditemukan sumber mata air. Dan jika ditelusuri, nama Cikurubuk sendiri merupakan nama sebuah dusun yang menjadi nama desa. Pengambilan nama Cikurubuk berkaitan dengan asal kata Burukbuk yang mewakili suara dan kondisi air yang keluar dari mata air yang banyak ditemukan di wilayah ini. Berdasarkan data, Desa Cikurubuk memiliki sepuluh mata air yang tersebar di berbagai wilayah yaitu Mata Air Ciembutan, Mata Air Cijolang, Mata Air Solokan Leutik, Mata Air Sawah Cijolang, Mata Air Ingkar, Mata Air Cikurubuk, Mata Air Cijaha, Mata Air Ciakar, dan Mata Air Cigempol. Dengan berlimpahnya sumber mata air ini sangat potensi jika dikembangkan dalam berbagai bidang baik pertanian, perikanan maupun pariwisata.

Berdasarkan data Profil Kecamatan Buahdua tahun 2013, Desa Cikurubuk memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi sebagai desa swadaya. Secara topografi, wilayah Desa Cikurubuk memiliki bentuk bentang permukaan tanah berupa lereng (Dewi et al., 2017). Ketinggian wilayah dimana kantor desa berada sekitar 436 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, Desa Cikurubuk terbagi ke dalam dua dusun yaitu Dusun Cikurubuk dan Dusun Cilumping. Sementara jumlah Rukun Warga dan Rukun Tetangganga masing-masing 6 RW dan 25 RT. Secara geografis, wilayah Desa Cikurubuk dikelilingi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Citaleus dan Desa Hariang di sebelah utara, Desa Bojongloa di sebelah timur, Desa Padasari Kecamatan Cimalaka di sebelah selatan, serta Desa Boros Kecamatan Tanjungkerta disebelah baratnya.
Berdasarkan data Profil Kecamatan Buahdua tahun 2013, Desa Cikurubuk memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi sebagai desa swadaya. Secara topografi, wilayah Desa Cikurubuk memiliki bentuk bentang permukaan tanah berupa lereng. Ketinggian wilayah dimana kantor desa berada sekitar 436 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, Desa Cikurubuk terbagi ke dalam dua dusun yaitu Dusun Cikurubuk dan Dusun Cilumping. Sementara jumlah Rukun Warga dan Rukun Tetangganga masing-masing 6 RW dan 25 RT. Secara geografis, wilayah Desa Cikurubuk dikelilingi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Citaleus dan Desa Hariang di sebelah utara, Desa Bojongloa di sebelah timur, Desa Padasari Kecamatan Cimalaka di sebelah selatan, serta Desa Boros Kecamatan Tanjungkerta di sebelah baratnya. Desa Cikurubuk memiliki luas wilayah sebesar 630,80 hektar. Luas wilayah tersebut terbagi ke dalam beberapa peruntukan seperti sebagai lahan pertanian, pemukiman, lahan kehutanan dan penggunaan lainnya. Luas lahan pertanian di Desa Cikurubuk sebesar 63,60 persen atau sekitar 401,19 hektar yang terbagi ke dalam dua jenis yaitu jenis pertanian lahan basah dan pertanian kering. Luas lahan pertanian basah atau pesawahannya sendiri mencapai 26,98 persen atau sekitar 170,19 hektar, dan luas lahan pertanian keringnya (termasuk ladang dan huma) sebesar 36,62 persen atau sekitar 231 hektar. Yang digunakan sebagai lahan pemukiman dan pekarangan sendiri mencapai luasan 36,40 persen atau 230,87 hektar.

Masih berdasarkan sumber data yang sama, pada tahun 2013, Desa Cikurubuk dihuni oleh penduduk sebanyak 2.299 orang. Dengan komposisi sebagai berikut: 1.152 orang berjenis kelamin laki-laki dan 1.147 orang berjenis kelami perempuan. Jumlah kepala keluarganya sebanyak 637 KK. Kepadatan penduduk Desa Cikurubuk sebesar 364,34 orang untuk tiap kilometer persegi luas wilayahnya. Lahan pesawahan di Desa Cikurubuk merupakan lahan pesawahan yang menggunakan sistem pengairan non-teknis, menghasilkan produk utama berupa padi. Selain menghasilkan padi, lahan pertanian di Desa Cikurubuk juga menghasilkan produk berupa jagung, ubi kayu, kacang panjang, cabai rawit, tomat, dan terung. Sementara hasil pertanian dari jenis buah- buahan adalah alpukat, mangga, pisang, dan petai. Selain hasil pertanian secara langsung, ada juga yang diolah terlebih dahulu menjadi makanan olahan. Ada beberapa jenis industri rumah tangga yang mengolah bahan makanan menjadi makanan olahan. Selain industri makanan, ada juga industri yang bergerak di bidang perkayuan (pengolahan kayu). Bidang seni budaya, di Desa Cikurubuk ada beberapa jenis kesenian tradisional yang masih dipelihara masyarakatnya. Salah satu diantaranya adalah seni kuda renggong. Sebagai kesenian tradisional yang berasal dari daerah Cikurubuk, seni kuda renggong masih dipelihara dengan baik. Berkaitan dengan mata pencahariannya, sebagian besar penduduk Desa Cikurubuk bekerja di sektor pertanian baik sebagai petani maupun sebagai buruh tani. Sebagian kecil lainnya bergelut di bidang transportasi, perdagangan, konstruksi dan jasa. Dengan penggunaan lahan yang mayoritas sebagai lahan pertanian, tidak mengherankan jikan sebagian besar penduduk Desa Cikurubuk bekerja di sektor pertanian.
Kepala Desa Cikurubuk,Muhammad Fadar Junawar mengungkapkan, sebagian petani di Desa Cikurubuk saat ini sedang mengembangkan sistem pertanian organik yang sudah berlangsung selama tiga tahun lebih (Margolang & Sembiring, 2015). Pada prinsipnya kami sudah tidak memakai lagi produk sintetis kimia baik pupuk maupun pestisida, gunakan pestisida nabati, Muhamad menyebut, dari 172 hektar lahan pertanian, ada sekitar 30 hektar lahan yang telah tersertifikasi dengan menerapkan sistem pertanian cara organik. Sistem pertanian organik ini harus ada sertifikat dari lembaga sertifikasi organik, jadi tidak sembarangan orang mencantumkan produk organiknya.
Lahan tani Desa Cikurubuk puluhan tahun sudah tergantung oleh produk-produk sintetis kimia sehingga menyebabkan lahan menjadi sakit. Dengan pertanian organik, lingkungan jadi terjaga dan setiap tahunnya bisa melakukan tiga kali musim tanam padi. Desa Cikurubuk secara administrarif terdiri dari dua dusun yakni Dusun Cikurubuk dan Dusun Cilumping. Jumlah penduduknya tercatat ada sekitar 2.320 jiwa atau 837 kepala keluarga. Dari jumlah itu, 90 persen warganya bermata pencaharian sebagai petani. Dari 7 kelompok tani yang ada, saat ini tercatat sudah 3 kelompok tani yang menerapkan sistem pertanian organik. Muhamad menargetkan, seluruh kelompok tani di Desa Cikurubuk dapat menerapkan pertanian dengan cara organik pada dua tahun ke depan. Terkait targetnya itu, ia pun mengungkapkan salah satu kendala yang dihadapinya saat ini yakni perlunya dukungan dari pemerintah terkait suntikan dana untuk mengembangkan peran BUMdes di Desa Cikurubuk. Satu kendala saat ini yaitu BUMdes butuh sokongan dana karena kan program prioritas ini membutuhkan dana besar untuk mengembangkan peran BUMdes (Herianti et al., 2023).
Pada tanggal 10 Juni 2021 Kepala Desa Cikurubuk Didesa Cikurubuk membentuk kelompok tani Limus dan Kanem dengan tujuan kelompok tani adanya peningkatan hasil pertanian masyarakat pedesaan yang sangat vital untuk pertumbuhan ekonomi di masyarakat; untuk lebih optimal dan meningkatnya hasil usaha pertanian di wilayah Desa Cikurubuk. Menurut Ketua kelompok Limus Yaya Sunarya Atmana dan Ketua Kelompok tani Kanem yaitu Yoyo Rahya, anggota kelompoknya maisng-masing per-kelompok ada 20 (duapuluh orang), hampir semua memiliki permasalahan yang sama terkait produksi padi organik serta kekurangan modal (Kristiani & Sari, 2024). Menurut Yoyo Rahya, anggotanya masih minim ketrampilan dalam pengelolaan serta pendistribusian padi organik, terutama dalam mempertimbangkan kondisi dan potensi strategis desa Cikurubuk khususnya pengembangan produk pertanian (Keni et al., 2024). Desa Cikurubuk memiliki potensi besar untuk mengembangkan produktivitas padi organiknya yang inovatif melalui simulasi perencanaan dan optimalisasi kapasitas produksi padi organik berbasiskan Ekonomi Hijau, dimana para petani padi organik dapat memahami secara menyeluruh mengenai sistem industri padi organik yang meliputi: proses produksi padi organik dari penanaman hingga distribusi;faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas serta kapasitas produksi;persyaratan regulasi dan standar untuk padi organik dan permintaan pasar dan tren konsumen terkait padi organik Meskipun Desa Cikurubuk berpotensi besar dalam mengembangkan padi organiknya dengan berbasis Green Economy dan Digital Ekonomi, terdapat dua aspek permasalahan utama yang menghambat realisasinya yaitu kurangnya pengetahuan tentang konsep dan praktik optimalisasi kapasitas produksi padi organik berbasiskan Ekonomi Hijau serta efisiensi produksi yang rendah, penurunan kualitas produk, penyusutan stok atau keterlambatan dalam pengiriman dan biaya produksi yang tinggi, kurangnya pemahaman mendalam tentang pengelolaan proses produksi padi organik dari hulu sampai ke hirlir. Kedua faktor ini menyebabkan inisiatif edukasi proses produksi padi organik belum dapat diimplementasikan secara efektif. Kami dari TIM PKM mengajukan solusi inovatif yang mengintegrasikan edukasi tentang optimalisasi kapasitas produksi padi organik berbasiskan Ekonomi Hijau serta efisiensi produksi khususnya di Desa Cikurubuk, Kabupaten Sumedang. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi ketidakpahaman serta kurangnya pengetahuan mengenai edukasi pengelolaan produksi padi organik, pemasaran secara optimal secara digital ekonomi dan pengemasan produk padi organik dengan menyediakan pelatihan, pembinaan, simulasi langsung yang menarik dan interaktif. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kuantitas produk padi organik tetapi kualitas serta meningkatkan kesejahteraan para petani padi organik dengan penuh kepastian bebas dari tengkulak yang selama ini menjerat petani padi organik di desa Cikurubuk.

Setidaknya ada 11 poin sdgs yang dapat dikembangkan, yaitu menghapus kemiskinan, mengakhiri kelaparan, kesehatan yang baik dan kesejahteraan, akses air bersih dan sanitasi, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketimpangan, konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab, penanganan perubahan iklim, menjaga ekosistem darat, dan kemitraan untuk mencapai tujuan. Pengembangan produk yang dimaksud dan bersesuaian dengan 11 fokus tujuan SDGs itu tidak lain adalah produk padi organik (Safitri et al., 2022). Padi organik diproduksi dengan tetap melestarikan keanekaragaman hayati, sehat, bebas bahan kimia berbahaya, dan dapat menjaga ekosistem darat sebagaimana diharapkan oleh SDGs (Napitupulu et al., 2022).
Secara signifikan dengan adanya kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Pemerintahan dinas kabubapten Sumedang dan Desa Cikurubuk serta mitra dalam hal ini kelompok tani baik Limus maupun Kanem menghasilkan suatu hubungan yang positif dimana masing-masing memperoleh manfaat diantaranya:
Penerapan teknologi inovasi pertanian dilakukan dalam rangka meningkatkan produktivitas usaha tani desa Cikurubuk, sehingga berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, yang salah satunya diindikasikan dari meningkatnya ketahanan pangan rumah tangga petani, Pada Proses produksi, perencanaan dan optimalisasi kapasitas produksi padi organik dilakukan berbasis ekonomi hijau, adanya inovasi padi organik yang lebih bervariasi, kreatif dan inovatif, infrastruktur yang tertata dan terkelola dengan baik. Adanya kemitraan dengan perguruan tinggi, pemerintahan akan lebih mudah bersinergi dalam mengatasi setiap fenomena bina desaan sehingga lebih baik lagi dan adanya peningkatan ekonomi berbasis ekonomi digital.
– Ketercapaian dalam IKU Perguruan Tinggi khsususnya di Universitas Widyatama adalah menghasilkan sumber daya manusia akademik, profesi, dan vokasi yang berbudi luhur dan profesional di bidang nya serta memiliki daya saing dalam lingkungan global dengan pengabdian kepada masyarakat di bidang pengembangan padi organik dapat dicapai melalui langkah-langkah berikut:
- Program Pendidikan Berkualitas: Mendirikan program-program pendidikan tinggi yang berkualitas dalam bidang pertanian organik, mencakup program sarjana, magister, dan doktoral. Program ini harus dirancang untuk menciptakan sumber daya manusia yang berbudi luhur, profesional, dan memiliki pengetahuan mendalam tentang pertanian organik serta keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di tingkat global.
- Pelatihan dan Sertifikasi: Menyediakan pelatihan dan sertifikasi bagi petani dan praktisi pertanian dalam praktik-praktik pertanian organik yang berkelanjutan dan efisien. Hal ini dapat dilakukan melalui program pelatihan reguler, lokakarya, dan kursus singkat yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan atau mitra industri.
- Penelitian dan Pengembangan: Mendorong penelitian dan pengembangan dalam bidang pertanian organik untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan produksi padi organik. Ini melibatkan investasi dalam proyek-proyek penelitian, fasilitas laboratorium, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan industri dan akademisi.
- Kolaborasi Industri: Bermitra dengan industri pertanian organik dan perusahaan pangan untuk menciptakan peluang kerja bagi lulusan, serta menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis melalui magang dan proyek kolaboratif.
- Pendidikan Masyarakat: Mengadakan program pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat pertanian organik bagi kesehatan, lingkungan, dan ekonomi lokal. Hal ini akan membantu meningkatkan kesadaran dan penerimaan terhadap praktik pertanian organik, serta mendorong pertumbuhan industri ini secara keseluruhan.
- Pemberdayaan Petani Lokal: Memberdayakan petani lokal dengan pengetahuan dan keterampilan dalam praktik pertanian organik melalui program-program pendidikan informal, kemitraan dengan organisasi petani, dan penyediaan akses ke sumber daya dan teknologi yang diperlukan.
Dengan mengimplementasikan langkah-langkah ini secara holistik dan komprehensif, diharapkan dapat mencapai ketercapaian menghasilkan sumber daya manusia yang berbudi luhur, profesional, dan kompetitif di bidang pertanian organik, sambil memberikan kontribusi yang signifikan kepada pembangunan masyarakat dan lingkungan (Inkopa-Keni Kaniawati).
Recent Comments